168 Hours Journey -- Epilog
3:44 AM
"The world as I see it, is a remarkable place
A beautiful house in a forest, of stars in outer space
From a birds eye view, I can see it has a well-rounded personality
From a birds eye view, I can see we are family"
A beautiful house in a forest, of stars in outer space
From a birds eye view, I can see it has a well-rounded personality
From a birds eye view, I can see we are family"
Jason Mraz - The World As I See It
Kamis, 24 Januari 2013. 09.00 Akhirnya stasiun senen. Pagi itu suasana stasiun masih sangat sepi. Kami bergegas keluar dari stasiun tidak sabar untuk segera mencapai Bogor. Buat gw, hal yang paling gw inginkan adalah nyuci baju di carier gw. Entah, gw gak suka nyuci, tapi kalau habis perjalanan gini gak tenang aja kalau banyak cucian. Bergegas kita menyebrangi jalan mencari kopaja dengan nomor 17, dengan ongkos 2.500 per orang, dan tentunya yang membimbing perjalanan ini adalah Nyuy. Haha, udah khatam kali ya dia.
Sekitar jam 10an kita akhirnya sampai di stasiun Cikini. Sebelum kembali ke kota tercinta kita memutuskan untuk sarapan, tadinya sih mau makan bubur, tapi harganya buset dah 10ribu. Padahal biasanya harga bubur kan murah dibanding makanan lain. Kalau gw kere gw pasti milih buat beli bubur soalnya. Akhirnya karena bubur tidak ditemukan kita makan kupat sayur di pinggir stasiun Cikini. Lebih tepatnya di dekat McD, lumayan kan makan kupat sayur sambil nyium bau - bau McD. Haha. Setelah rasa lapar terpuaskan kita pun menuju Bogor. tadinya sih kita mau naik kereta ekonomi, tapi berhubung kondisi kuku nya Sune gak memungkinkan. Dan pasti sakit kalau keinjek kita naik kereta ekonomi ac. Lumayan lebih lega dan nyaman. Seenggaknya kakinya Sune aman.
| Makan ketupat sayur di depan stasiun Cikini |
| Menunggu kereta meuju Bogor :) |
Well, Berikut rincian biaya Surabaya - Bromo - Sempu - Malang, tapi ini tidak termasuk sama biaya makan dan biaya hidup di Malang. Soalnya di Malang kami gratis hehe.
0 comments